Oleh : Hening Nurcahya, A.P., M.M.
Self esteem terhadap pekerjaan merujuk pada bagaimana seseorang menilai, menghargai, dan mencintai dirinya sendiri dalam konteks pekerjaan yang dijalani. Seseorang yang memiliki self-esteem tinggi akan memandang dirinya sebagai orang yang mampu dan berharga, sehingga ia memiliki keyakinan untuk menyelesaikan tugas, menghadapi tantangan, dan berkontribusi positif di lingkungan kerja.
Secara lebih rinci:
Penilaian diri: Individu menilai kualitas dan karakteristik dirinya sendiri dalam hubungannya dengan pekerjaan, seperti apakah ia merasa kompeten atau tidak.
Keyakinan akan kemampuan: Memiliki self-esteem yang baik membangun kepercayaan diri terhadap kemampuan diri untuk menjalankan tugas dan mencapai tujuan pekerjaan.
Sikap positif terhadap pekerjaan: Seseorang akan lebih menikmati pekerjaan, lebih termotivasi, dan merasa lebih puas dengan kontribusinya karena pandangan positif terhadap dirinya.
Pengambilan risiko dan tantangan: Dengan kepercayaan diri yang tinggi, seseorang akan lebih berani mengambil risiko yang memperhitungkan dan menerima tantangan baru, bukan menghindarinya.
Menerima kekurangan: Self-esteem yang sehat memungkinkan seseorang menerima kekurangan dirinya tanpa merasa terpuruk, dan lebih fokus pada pengembangan diri untuk mengatasi kekurangan tersebut.
Dampak self-esteem yang baik terhadap pekerjaan:
Peningkatan kinerja: Keyakinan diri dan pandangan positif akan mendorong performa kerja yang lebih baik.
Kepuasan kerja: Individu yang menghargai diri cenderung lebih puas dengan pekerjaan yang mereka lakukan.
Hubungan kerja yang positif: Self-esteem yang sehat membantu menciptakan hubungan yang lebih baik dengan rekan kerja dan mendukung kerja tim.
Self-efikasi terhadap pekerjaan artinya keyakinan diri seseorang terhadap kemampuannya sendiri untuk berhasil dan menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan tertentu, sehingga ia dapat bekerja secara efektif, efisien, dan mencapai tujuan yang diinginkan. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Albert Bandura, yang menekankan bahwa keyakinan ini memengaruhi cara individu memotivasi diri, berpikir, dan berperilaku untuk mencapai keberhasilan.
Poin-poin penting tentang self-efikasi terhadap pekerjaan:
Keyakinan pada kemampuan: Self-efikasi adalah keyakinan pribadi bahwa seseorang memiliki sumber daya kognitif dan keterampilan untuk melakukan tindakan yang diperlukan agar sukses dalam suatu tugas pekerjaan.
Pengaruh pada perilaku: Individu dengan self-efikasi tinggi cenderung lebih termotivasi, gigih menghadapi tantangan, dan lebih percaya diri dalam menghadapi situasi kerja yang sulit.
Pengaruh pada kinerja: Keyakinan diri yang tinggi dapat meningkatkan produktivitas kerja dan mendorong karyawan untuk mencapai target yang ditetapkan, kata LinovHR.
Dampak pada kesejahteraan mental: Memiliki self-efikasi yang kuat juga berkontribusi pada kesehatan mental yang lebih baik dan mengurangi risiko stres atau depresi di tempat kerja, jelas Alodokter.
Pilihan tugas: Seseorang dengan efikasi diri tinggi akan cenderung memilih tugas-tugas yang sesuai dengan tingkat kesulitannya dan mampu menghadapi rintangan untuk mencapai tujuan pekerjaan.
Singkatnya, self-efikasi adalah "percaya diri" dalam mengerjakan suatu tugas pekerjaan, dan keyakinan ini menjadi fondasi penting untuk kinerja dan keberhasilan di lingkungan kerja.
Sumber : Berbagai referensi