Rapat Koordinasi Pemetaan Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba

Kulon Progo, Kamis tanggal 14 Maret 2024 Bertempat di Ruang Joglo Lambangsari, Hotel Grand Dafam Signature Internasional Airport Yogyakarta, Kulon Progo telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Pemetaan Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba yang diselenggarakan oleh BNNP DIY. Penanggungjawab kegiatan tersebut adalah  Bpk. Bambang Wiryanto, S.Si. (Ka Tim Pemberdayaan dan Pencegahan Masyarakat (P2M) BNNP DIY dan kegiatan diikuti oleh 45 peserta dari Perangkat Daerah Kabupaten Kulon Progo, Kejaksaan Negeri Kulon Progo, dan BNNP DIY.

Acara diawali sambutan dari penyelenggara Bpk. Bambang Wiryanto, S.Si. (Ka Tim P2M BNNP DIY), dalam sambutannya dijelaskan kegiatan ini sebagai tindak lanjut apa yang menjadi komitmen BNNP DIY dalam upaya penanggulangan peredaran Narkokita di DIY. Setiap tahun BNNP DIY aktif melakukan kegiatan-kegiatan di wilayah Kulon Progo dan Gunungkidul dikarenakan belum memiliki BNNK.

Sambutan selanjutnya dilakukan oleh Drs. Jazil Ambar Was’an (Asda 1 Kulon Progo), dalam sambutannya dijelaskan perkembangan Kulon Progo yang pesat setalah adanya Bandara YIA membuat tidak bisa terlepas dari kerawanan barang haram Narkoba. Program ini bertujuan agar Kulon Progo lebih siap terhadap masalah narkoba, bisa diawali dari desa bersinar ataupun kawan bersinar yang berbasis dari tingkat Kalurahan, Kegiatan ini juga tidak bisa hanya ditangani oleh BNNP saja perlunya bersinergi dan berkolaborasi untuk mengkondisikan Kabupaten Kulon Progo.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari tiga narasumber, yaitu Bambang Wiryanto, S.Si. (Ka Tim P2M BNNP DIY) , Budi Hartono, S.Si., M.Si. (Kaban Kesbangpol Kulon Progo), dan Lisa Sunaryo Putri, S.Psi., M.Si. (Penyuluh/Penggiat Narkoba BNNP DIY).

Paparan materi pertama dilakukan oleh Bambang Wiryanto, S.Si., beliau menjelaskan tujuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (sesuai pasal 4), fakta permasalahan narkoba di Yogyakarta, alasan penyalahgunaan narkoba, dan deteksi dini penyalahgunaan narkoba.

Paparan materi kedua dilakukan oleh Budi Hartono, S.Si., M.Si., beliau menjelaskan Generasi Muda adalah Aset Bangsa apabila melakukan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba akan merusak generasi muda dalam berkehidupan Sosbudekpol dan akan menghambat pembangunan nasional dan melemahkan pertahanan bangsa oleh karena itu perlu adakan pembinaan dengan melibatkan potensi masyarakat dan pemerintah secara sistimatis dan sinergitas. Selai itu, Perang yang terjadi saat ini bukan hanya pada dimensi militer saja, melainkan mengalami perluasan dimensi yang disebut "Perang Modern". Perang Modern antara lain perang ideologi, perang politik, perang ekonomi, perang budaya, perang otak/pikiran, perang teknologi, perang psikologi (termasuk Narkoba). Upaya mempertahankan negara perlu diselenggarakan dengan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (SISHANKAMRATA). Maka dari itu, perlunya partisipasi instansi dan tokoh masyarakat dalam melawan peredaran narkoba.

Paparan ketiga dilakukan oleh Lisa Sunaryo Putri, S.Psi., M.Si., beliau menjelaskan Penggiat P4GN adalah Individu yang mempunyai semangat, kemauan, dan komitmen yang kuat dalam berperan aktif di lingkungannya masing masing di bidang P4GN sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh BNN. P4GN memiliki tugas sebagai perpanjangan tangan BNN dalam melaksanakan fungsi P4GN di Lingkungannya. Sedangkan P4GN memiliki fungsi penyuluh, pendamping & fasilitator, penjangkau, dan penggalang laporan.

Acara dilanjutkan sesi tanya jawab dengan peserta rapat dan selama kegiatan berlangsung dengan tertib, aman dan lancar