Kesbangpol Kulon Progo bersama FPLA selenggarakan sosialisasi kerukunan umat beragama bagi pemuda

Pada 23 Februari 2021 mulai pukul 09.00 WIB di Pendopo Cafe, Sebokarang, Kec. Wates Kab. Kulon progo telah berlangsung Sosialisasi kerukukan pemuda dengan tema " Meneguhkan kedamaian pasca pandemi " yang dihadiri 30 peserta.

Hadir dalam acara :
1. Budi Hartono (Kepala Badan Kesbangpol Kulon Progo),
2. Ust. Gus Ajib ( Ketua Forum Pemuda Lintas Agama Kulon Progo ),
3. Totok (Pembina DPD Patria yogyakarta),
4. Elda Tri Wahyuni (Kabid Kesatuan Bangsa Badan Kesbangpol Kab. Kulon Progo),
5. para perwakilan organisasi pemuda Kulon progo. 

1. Dalam sambutannya Budi Hartono (Kepala Badan Kesbangpol Kulon Progo) menyampaikan antara lain :
a. Kita pahami bersama dan mendasar bahwa pendahulu kita mendirikan NKRI adalah menggunakan negara kebangsaan bukan negara keagamaan,dan alhamdulilah dalam perjalanan kita hingga 75 tahun ini kita masih dalam suasana rukun dan damai.
b. Saya berharap sekali kita bisa berkumpul disini dan diskusi peran kita sebagai remaja mendukung pemerintah untuk mempercepat permasalahan covid-19 dengan perannya masing-masing.

2. Ust. Gus Ajib ( Ketua Forum Pemuda Lintas Agama Kulon Progo ) menyampaikan antara lain :
a. Kerukunan umat beragama, Rukun berarti baik dan damai tidak bertentangan,merukunkan berarti mendamaikan,harapannya dalam bernegara walaupun beda pendapat tapi tujuan kita sama,kita membina kedamaiam di NKRI.
b. Jogja sudah menjadi destinasi wisata dan Kulon progo dengan adanya bandara YIA menjadi pintu gerbang masuk,ada yang perlu kita waspadai kita tidak menutup kemungkinan ada pendatang baru di daerah belum tentu mereka sama dengan kita,maka di perlukan strategi dan kebijaksanaan dalam mendukung percepatan pembangunan di Kulon Progo dan kearifan lokal harus kita jaga untuk membina kerukuan umat beragama.
c. Ada 3 unsur pokok kerukunan umat beragam,yaitu :
1). kita harus bersedia menerima perbedaan dari agama dan kelompok lain.
2). Kesediaan membiarkan orang lain untuk mengamalkan ajaran agamanya.
3).Kemampuan untuk menerima perbedaan selanjutnya menikmati suasana kedamaian yang dirasanakan orang sewaktu mereka mengamalkan ajarannya.
d. Fitroh kita diciptakan berbeda agar kita bekerjasama dan berlomba-lomba dalam kebajikan. Kita sebarkan kebaikan kita sebarkan kerukuan di masing-masing komunitas kita, jangan sebarkan kecurigaan.

3. Totok (Pembina DPD Patria Yogyakarta) menyampaikan antara lain :
a. Kita perlu merenungkan peristiwa-peristiwa yang terjadi mulai tahun 2000an, ada peristiwa kerusuhan sampit,konflik aceh,konflik poso,pembakaran masjid di bakar di Papua,gereja di BOM,pembakaran vihara,perusakan pura dan di Jogjakarta ada acara keagamaan di bubarkan di Bantul. Hati-hati terhadap profokasi di media sosial,kita harus buat kontra dengan menyebarkan nilai-nilai kebaikan.
b. Tantangan kita yaitu kita sulit mengindentifikasi musuh kita sebenernya karena tidak terlihat seperti egois,serakah dan provokasi.

Selama kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar.