KESBANGPOL DAN FPLA KULON PROGO SINAU KERUKUNAN

Wates, (19/2/2021) Badan Kesatuan Bangsa dan Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA) Kabupaten kulon Progo sinau kerukunan, bekerjasama dengan Pusat Studi Hak Asasi Manusia (PUSHAM) UII  bertempat di Pondok Pesantren An Nadwah, Kauman, Bendungan, Wates Kulon Progo. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan pemuda dari masing masing agama yang ada di Kabupaten Kulon Progo dengan tamu undangan dari Polres Kulon Progo, Kantor Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga.

Kegiatan yang pertama pada Tahun 2021 masih pada masa pandemi covid-19 tetap dilaksanakan dengan mematuhi protokol Kesehatan, dalam sambutan yang disampaikan Nurdayat perwakilan dari PUSHAM UII bahwa kegiatan semacam ini akan kita laksanakan secara rutin, dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terkait dengan kerukunan,  Adapun tempat akan dilaksanakan pada tempat-tempat kegiatan masing masing agama yang ada di Kulon Progo sehingga selain sebagai media pertemuan rutin FPLA juga sebagai media saling mengenal mengenai tempat ibadah dari setiap agama yang ada di Kulon Progo.

Untuk pertemuan pertama ini thema yang diangkat adalah menghormati  dan memahami kesucian agama islam dengan narasumber Gus Ajib pengasuh Pondok Pesantren An Nadwah sekaligus selaku ketua FPLA Kabupaten Kulon Progo, bahwa simbol simbol agama islam yang menjadi yang idak dapat dilecehkan oleh masyarakat baik itu muslim maupun non muslim diantaranya yaitu : Nabi Muhammad S.A.W, Tata cara ibadah dan Kitab Suci (Al Qur’an), sehingga baik itu umat muslim atau Non Muslim  harus menghormatinya dan tidak boleh dilecehkan.

Badan Kesbangpol menyambut baik dan mendukung kegiatan ini sebagai media silaturahmi dan saling memahami tentang kesucian pada masing-masing agama, untuk kali ini kita belajar tentang islam dan untuk kesempatan lain kita akan belajar tentang agama selain islam, apabila semua saling menghargai dan menghormati tentu kerukunan umat Bergama yang menjadi tujuan kita, apalagi kulon progo merupakan gerbang utama DIY, dengan telah beroperasinya Bandara New Yogyakata International Airport ini merupakan potensi sekaligus tantangan bagi kerukunan umat beragama, sehingga media semacam ini perlu kita kembangkan terus.

Hal senada juga disampaikan Drs. Mustholih, MPdI dari Kantor Kementerian Agama bahwa kegiatan ini merupakan hal yang baik dan terus ditularkan pada komunitas masing-masing. Sedangkan AKP Antu N, SH yang mewakili Kapolres Kulon Progo menyampaikan selain potensi kerukunan antar umat beragama juga dalam rangka menjaga generasi muda dari bahaya Narkoba.

Acara diakhiri dengan kunjungan diseputaran pondok pesantren, ditunjukan  tempat peribadatan, tempat penyimpanan kitab suci sampai dengan  tafsir dari berbagai para ulama yang ada di Indonesia, kegiatan disambut antusias oleh seluruh peserta sinau kerukunan”.